Permudah Masyarakat Polantas Polres Nganjuk Kenalkan e-AVIS secara Humanis.
Nganjuk, Busercyber.com
Secara umum reaksi masyarakat ketika mendengar hal baru berbeda beda, termasuk saat mendengar pembuatan SIM sekarang menggunakan ujian dengan sistem elektronik bernama e-AVIS. Namun masyarakat di Nganjuk menyambut sistem e-AVIS dengan reaksi yang sebagian besar positif karena lebih mudah & hemat waktu, dimana ujian teori bisa dikerjakan di rumah/kapan saja, tidak perlu antre lama di Satpas; proses jadi lebih cepat, sekitar 3–4 jam saja saat datang ke kantor.
Sistem e-AVIS ini mudah dimengerti karena soal berupa animasi/gambar nyata di jalan, lebih jelas dibanding soal tulisan saja, ditambah lagi suara & gambarnya bagus.
Juga mampu nengurangi kerumunan & calo, meminimalkan antrean, aman saat pandemi, sistem otomatis mengurangi praktik pungli/calo.
Biaya sangat erjangkau karena menggunakan biaya resmi saja, tidak ada biaya tambahan yang tidak wajar. Terlebih lagi tingkat kelulusan tinggi sekitar 70–90% peserta lulus, sedangkan yang gagal bisa ulang 2 hari kemudian.
Namun sebagian orang masih memiliki rasa grogi karena mereka tidak terbiasa dengan perangkat komputer atau layar sentuh. Tapi berkat pelayanan Polres Nganjuk yang merangkul dan humanis kekhawatiran itu sirna pada Selasa (12/5/2026). Satlantas Polres Nganjuk menggelar program "Polantas Menyapa" di Satpas SIM Polres Nganjuk. Para pemohon yang awalnya tampak cemas berubah menjadi antusias setelah mendapatkan pelatihan langsung dari Aiptu Didik.
Mereka diajari mulai dari cara menekan layar dengan benar, memahami soal berbasis audio visual, hingga strategi menjawab soal tanpa panik ketika waktu hampir habis.
Sesi pelatihan berlangsung dengan pendekatan yang sabar dan penuh canda ringan, sehingga suasana tegang berubah akrab. Aiptu Didik dengan telaten mengulang penjelasan bagi yang belum paham, bahkan mempersilakan setiap peserta mencoba perangkat e-AVIS secara langsung. "Kami memberikan pendampingan agar para pemohon tidak mengalami kesulitan saat ujian teori berlangsung. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan peserta dapat lebih tenang dan percaya diri dalam menjawab soal," jelas Aiptu Didik. Salah satu peserta mengaku awalnya takut gagal karena buta teknologi, namun setelah pelatihan ia merasa jauh lebih siap. Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk kepedulian aparat terhadap kebutuhan masyarakat.
Pada akhir sesi, wajah-wajah yang masuk ruangan dengan dahi berkerut kini keluar dengan senyuman lega. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu teknis, tetapi juga mental juara untuk menghadapi ujian teori e-AVIS. Satlantas Polres Nganjuk berhasil membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, sistem secanggih apa pun bisa dikuasai masyarakat. Ke depannya, program "Polantas Menyapa" akan terus digalakkan agar setiap pemohon SIM di Kabupaten Nganjuk bisa mengubah rasa grogi menjadi percaya diri, lulus ujian, dan pada akhirnya menjadi pengemudi yang tidak hanya punya SIM, tetapi juga paham betul aturan lalu lintas.
Meskipun kadang terdapat sasalah teknis seperti aplikasi lambat, server macet, atau gagal verifikasi wajah; susah bagi yang tidak pandai gawai. Atau mungkin kendala sinyal jika banyak pengguna bahkan dipakai di daerah jaringan lemah di daerah terpencil.
Dibalik itu semua mayoritas setuju & puas, menganggap e-AVIS mempermudah, transparan, dan modern. Masalah yang ada lebih ke teknis, bukan konsepnya. Masyarakat berharap sistem makin stabil, materi lebih mudah dipelajari, dan bisa berkembang jadi layanan lebih lengkap.


Social Footer