Tokoh Arus Bawah Pagar Nusa Tulungagung Mendesak Kapolres Tulungagung Segera Tangkap Dalang dan Pelaku Pengeroyokan Jurnalis Di Cafe Maxy.
Tulungagung, Busercyber.com - Sejumlah Tokoh beberapa perguruan Pencak Silat di Tulungagung mendesak Kapolres segera menangkap Pelaku dan Dalang Utama atas kasus pengeroyokan terhadap salah satu jurnalistik dan juga salah satu Tokoh pencak silat asal Arus bawah Pagar Nusa. Hal ini semata untuk mencari keadilan dan Penegakan Hukum biar berjalan tanpa ada pandang bulu. Karena ada dugaan dalang utama kasus ini adalah Komarudin yang merupakan DPO atas kasua penyalahgunaan Solar Subsidi di Polres Jombang tahun 2024 silam.
Hal tersebut sangat beralasan karena Mobil terios hitam nopol N xxx xx yang digunakan oprasional para pelaku Pengeroyokan adalah Milik Komarudin yang diserahkan kepada Dian, Rudi, Sugit alias Celeng untuk kawal Giat garong Solar Ryan yang mengaku Oknum Marinir asal Bendilwungu Tulungagung.
Kepada awak Media di depan mako Polres Tulungagung Adi B (korban) aniaya dan Pengeroyokan di cafe maxy Jumat 19 juni 2026 jam 3 dini hari kemarin mengatakan, kemarin setelah hasil visum dan BAP saya tetap ingin kasus ini diproses secara hukum seadil - adilnya, meski pihak terlapor sejumlah 12 orang sempat merengek meminta maaf dan ajak jalur mediasi di hadapan penyidik,"
" Saya mendesak kapolres Tulungagung segera tetapkan tersangka dan dalang utama atas kasus ini, jangan salahkan kami jika kasus ini tidak segera diambil tindakan serius, maka kami dengan ribuan masa aksi 'Arus bawah Pagar Nusa' siap geruduk mako Polres Tulungagung,"ujar Adi B korban juga tokoh arus bawah Pagar Nusa Tulungagung.
Akibat Kejadian ini korban alami luka goreng benda tajam dileher, luka memar di bahu kanan kiri, serta luka dalam di rusuk dan diarahkan dokter Rs Bhayangkara untuk istirahat total dari segala aktifitas.
Dari keterangan Penyidik diruang krimum Polres Tulungagung mengatakan, kami berusaha agar kasus ini diselesaikan lewat jalur mediasi, namun kemarin setelah dipertemukan kedua belah pihak, korban tetap ingin kasus ini berlanjut,"
"Sebagai pelayan masyarakat kami tetep melayani aduan dan laporan korban dan kami akan tetap jalankan prosedur hukum sesuai Undang - Undang yang berlaku," ujar Aiptu Hadi.
Dalam sejumlah keterangan beberapa sumber dan sejumlah aliansi Jurnalistik di wilayah Tulungagung menuturkan, Komplotan Dian, Rudi, Komarudin, Sugit Celeng cs adalah Komplotan Wartawan Grandong tanpa Kantor redaksi yang jelas dan tanpa hasil karya Jurnalistik. Komplotan ini sering mengancam, Intimidasi sejumlah Pelaku dunia Hitam dengan dumas, surat kaleng dan ganti - ganti KTA pers.
" jaringan Bajingan - Bajingan mengatasnamakan Jurnalistik ini harus di kasih pelajaran biar sepak terjang mereka tidak semena - mena dan sok - sok an jadi leader di dunia Hitam dan mafia Migas," ujar Adi B.
Lebih lanjut Adi B juga menambahkan, Komplotan ini juga pemain migas ilegal disejumlah wilayah Jawa Timur. Selain melakukan kawalan sejumlah armada tangki solar milik PT, Mereka juga sering hadang truk Tangki tersebut dijalan dengan harapan dapat uang Upeti lebih besar.
" Mereka sebenarnya sudah diberi atensi oleh kaji Wakid, serta uang jasa kawalan di jalan, tapi mereka pula yang menangkap truk solar di jalan, yang ujung - ujungnya minta uang ke kaji mengatasnamakan media, otak penipu," lanjut Adi B.
Beberapa kasus penghadangan truk tangki solar disejumlah wilayah di jawa timur kemungkinan besar juga di dalangi oleh komplotan ini.Modif milik orang Solo pernah disikat di Durenan Trenggalek (dian.herman,Brm cs), tangki solar milik kaji wakid juga pernah disikat di Rejo tangan, Sumber Gempol Tulungagung (dian.candra sipit,Komarudin cs), tangki Milik erik Disikat di Lamongan ( komarudin.candra sipit cs). Tak jarang pula komplotan ini meminta uang deposit untuk belanja solar, namun ujung - ujungnya uang tersebut di bawa kabur.
Dian cs sendiri berlatar belakang preman yang kemudian diajari jadi jurnalistik oleh Candra BG. Latar belakang Candra BG hanya Tukang shoting dan dan hasilkan karya tulis dari aplikasi AI. Dari sini sudah jelas mereka tidak memiliki kopenti jurnalistik dan hanya preman di seragami baju Media.
Jadi jelas komplotan ini hanya menjadikan media sebagai Bamper dari usaha mereka untuk mendapatkan kepercayaan dari sejumlah bos PT BBM jenis solar.lanjut Adi B
"Saya meminta kalau mereka gentel man dan Berani ndak usah kabur lari dari hukum, tapi kalau mereka kabur atas kasus ini dan jadi DPO jelas komplotan ini adalah bajingan banci yang berlagak sok kebal hukum di balik baju Media abal - abal sesuai basic mereka adalah Preman pasar.," kita buktikan semua ucapan saya," pungkas Adi B.(team)


Social Footer