Breaking News

Viral,Bapak Kapolda : Satpas Colombo Surabaya Diduga Liar Dikuasai Calo dan Permainan Orang Dalam.

Viral,Bapak Kapolda : Satpas Colombo Surabaya Diduga Liar Dikuasai Calo dan Permainan Orang Dalam.

SURABAYA, Busercyber.news — Di tengah gencarnya program Presisi dan kampanye Zona Integritas oleh institusi Kepolisian Republik Indonesia, namun realita di lapangan justru memperlihatkan ironi yang mencolok.

Satpas Colombo Polrestabes Surabaya, yang seharusnya menjadi contoh pelayanan publik yang bersih dan profesional, kini diduga menjadi sarang praktik calo dan permainan orang dalam yang tertata rapi.

Sebagaimana diketahui bahwa calo adalah orang yang menawarkan jasa mempercepat/mempermudah urusan (dokumen, tiket, layanan umum, administrasi) dengan imbalan biaya tambahan, biasanya tidak resmi dan tidak terdaftar. Biaya jelas lebih mahal dan berpotensi penipuan dan tidak diharapkan oleh masyarakat.

Pantauan awak media dalam beberapa hari terakhir menunjukkan aktivitas mencurigakan di sekitar area Satpas. Puluhan orang yang diduga kuat sebagai calo tampak bebas beroperasi tanpa rasa khawatir.

Mereka aktif menawarkan “jalur cepat” pengurusan SIM kepada para pemohon, dengan biaya yang jauh lebih mahal dari tarif resmi.

Seorang warga yang dimintai keterangan mengungkapkan bahwa jalur lewat calo bisa menelan biaya dua kali lipat dari harga yang ditetapkan oleh negara.“Kalau lewat calo bisa cepat, tinggal tunggu seminggu, jadi. Tapi mahalnya bukan main,” ujarnya kepada awak media. Ia juga menyebut, jika memilih jalur resmi, pemohon harus menghadapi berbagai prosedur yang lambat dan cenderung dipersulit.

Situasi ini membuat publik mempertanyakan komitmen Polri terhadap pelayanan yang adil dan transparan. Apalagi, hingga berita ini diturunkan, aktivitas para calo masih bebas berlangsung di sekitar Satpas Colombo. Masyarakat yang mengikuti prosedur resmi justru merasa dirugikan.

Masyarakat dibuat dilema jika sesuai prosedur maka harus mengikuti proses yang rumit dan panjang, lewat calo cepat tapi mahal. Andai Satpas bisa memberikan pelayanan terbaiknya dengan memberikan solusi agar pelayanan murah namun bisa cepat, masyarakat akan merasa senang dan kepercayaan publik terhadap pihak kepolisian agar kembali bangkit.

Lebih memprihatinkan, ketika awak media mencoba mengonfirmasi kondisi ini kepada Kanit Regident dan Wakasat Lantas Polrestabes Surabaya, kedua pejabat tersebut tidak memberikan pernyataan apa pun.

Diamnya pihak yang berwenang ini memunculkan kesan adanya pembiaran terhadap praktik yang merusak citra institusi kepolisian tersebut.

Dengan tidak adanya tindakan nyata dan penegakan disiplin di lapangan, jargon-jargon seperti “Presisi” dan “Zona Integritas” dikhawatirkan hanya menjadi hiasan dinding kantor.

Pertanyaannya sekarang: Apakah publik masih bisa berharap pada keadilan dalam pelayanan publik, atau sistem ini memang sudah dikuasai oleh pihak-pihak yang bermain di belakang layar?

Masyarakat kini menunggu respons dan ketegasan dari Kapolrestabes Surabaya dan Polda Jawa Timur untuk segera membenahi kondisi ini, sebelum kepercayaan publik terhadap institusi Polri terkikis habis.(Tim)

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close